Friday, March 27, 2026

NEW

 



Badung, gianyardail.com Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Sumerta, menyoroti dua persoalan krusial yang tengah terjadi di wilayah Kuta Selatan, yakni maraknya pencurian meteran air serta belum meratanya distribusi air bersih dari Perumda Tirta Mangutama.

Dalam kunjungannya ke lapangan, Sumerta mengaku masih kerap menemukan kasus kehilangan meteran air di sejumlah titik, bahkan dengan frekuensi yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan masyarakat sebagai pelanggan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keamanan, terlebih di kawasan yang menjadi destinasi wisata internasional.

Sebagai Bendesa Adat Pecatu, ia juga menekankan bahwa kasus kehilangan tersebut tidak jarang terjadi di properti wisata seperti vila yang dihuni warga negara asing. Menurutnya, jika situasi ini terus berulang dan terekspos ke publik global, maka berpotensi memengaruhi citra pariwisata Bali secara keseluruhan.

Di sisi lain, persoalan distribusi air bersih juga menjadi sorotan serius. Sumerta mengungkapkan masih ada warga di wilayah Desa Pecatu yang belum menikmati aliran air secara optimal, meskipun infrastruktur dasar seperti sambungan meter telah tersedia sejak lama.

Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketimpangan layanan, mengingat di beberapa lokasi lain justru suplai air terpantau lancar. Oleh karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar pelayanan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, Sumerta juga menyoroti kendala teknis di lapangan, termasuk kesulitan petugas dalam mengidentifikasi titik-titik penting jaringan seperti katup distribusi. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diminimalisir apabila data dan peta jaringan dikelola secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik.

Untuk itu, ia mendesak pihak Perumda Tirta Mangutama agar segera melakukan pembenahan, mulai dari pemetaan ulang jaringan distribusi hingga peningkatan pengawasan terhadap potensi pencurian meteran air. Langkah ini dinilai penting guna memastikan kualitas layanan air bersih tetap terjaga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kabupaten Badung.

Masalah Air di Pecatu Disorot, DPRD Badung Singgung Pencurian Meteran hingga Distribusi Tersendat

Read More



Badung, gianyardaily.com – Ketua DPRD Badung, Gusti Anom Gumanti, menghadiri peringatan Hari Air Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Jumat (27/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia turut didampingi sejumlah anggota dewan dan ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih pantai dari sampah kiriman.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, bersama jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, hingga unsur TNI/Polri, relawan, dan pelajar. Selain apel peringatan, agenda difokuskan pada aksi nyata penanganan sampah di kawasan pesisir yang kerap terdampak kiriman saat musim tertentu.

Di sela kegiatan, Gusti Anom Gumanti menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari sumber, yakni rumah tangga.

Ia menilai, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi kunci utama dalam mengurangi beban penanganan di tingkat akhir. Pemisahan antara sampah organik, anorganik, hingga limbah berbahaya dinilai perlu terus digencarkan sebagai langkah awal menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif.

Dari sisi kebijakan, DPRD Badung disebut siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek penganggaran. Ia menegaskan, kebutuhan dana untuk penanganan sampah akan menjadi prioritas, seiring meningkatnya volume sampah yang harus ditangani setiap harinya.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan sarana dan prasarana bagi masyarakat, seperti penyediaan tempat sampah terpilah hingga pengolahan mandiri di tingkat rumah tangga. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Terkait fenomena sampah kiriman yang rutin terjadi di wilayah pesisir seperti Kuta, ia menyebut hal tersebut sebagai dampak alam yang sulit dihindari, terutama saat musim angin barat. Meski demikian, langkah antisipasi tetap diperlukan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Menurutnya, optimalisasi fasilitas yang sudah dimiliki daerah menjadi penting, meskipun di lapangan masih ditemukan kendala, seperti keterbatasan tempat penampungan sementara dan waktu pengangkutan ke TPA yang cukup panjang.

Ke depan, ia mengusulkan agar pemerintah melibatkan akademisi dan para ahli guna merumuskan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Hal ini dinilai penting mengingat volume sampah yang terus meningkat, khususnya di musim tertentu, yang bisa mencapai jumlah besar dalam waktu singkat.

Momentum Hari Air Sedunia, Ketua DPRD Badung Soroti Pentingnya Anggaran Penanganan Sampah

Read More


Gianyar – Kondisi jalan rusak di wilayah Keliki, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar kian memprihatinkan. Sejumlah titik jalan dilaporkan berlubang dan mengalami kerusakan cukup parah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Beberapa warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terlebih saat malam hari atau ketika hujan turun yang membuat lubang jalan tertutup genangan air.

“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan. Kalau malam sangat berbahaya karena tidak kelihatan lubangnya,” ujar salah satu warga setempat.

Selain itu, jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan antarwilayah dan juga dilalui wisatawan. Mengingat kawasan Tegalalang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, kondisi jalan yang rusak dinilai dapat berdampak pada kenyamanan dan citra pariwisata daerah.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar akses kembali aman dan nyaman dilalui. Perbaikan infrastruktur jalan dinilai mendesak, mengingat intensitas lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi setiap harinya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi dan mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Jalan Rusak di Keliki Tegalalang Gianyar Kian Parah, Warga Keluhkan Akses dan Keselamatan Pengguna Jalan

Read More

Copyright © Gianyardaily | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top