Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Wednesday, September 23, 2026

Putri Koster Soroti Regenerasi Penenun, 83 Persen Endek Bali di Pasaran Disebut dari Luar Bali

 



DENPASAR , gianyardaily Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyoroti keberlanjutan kain tenun Endek Bali, khususnya minimnya regenerasi penenun di kalangan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Selasa (22/9/2026).

Menurut Putri Koster, pelestarian Endek Bali tidak cukup hanya dengan meningkatkan penggunaan dan pemasaran. Keberlanjutan produksi juga menjadi hal penting agar keterampilan menenun tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Fenomena yang ada saat ini semakin kita memakai kain tenun Endek Bali, tetapi kenapa minat anak-anak muda kita untuk menenun sangat kecil. Ini sangat berbanding terbalik,” ujar Putri Koster.

Ia juga menyoroti penenun yang sebelumnya aktif memproduksi kain tenun, namun kemudian memilih berhenti. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi keberlangsungan ekosistem tenun Bali.

“Tenun Endek kita sedang tidak baik-baik saja,” imbuhnya.

Putri Koster mengajak seluruh pihak dalam ekosistem tenun, mulai dari penenun, pedagang hingga konsumen, untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keberadaan produk tenun Bali.

Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak menjual produk tenun dari luar Bali sebagai produk lokal Bali. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap keberlangsungan industri tenun lokal sekaligus membuat konsumen kesulitan membedakan produk yang benar-benar diproduksi oleh perajin Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menyebut hasil survei yang pernah dilakukan bersama Universitas Hindu Indonesia (UNHI) terkait peredaran Endek Bali di pasaran.

“Ketika UNHI membantu kami melakukan survei, hasilnya sangat mencengangkan. 83 persen Endek Bali yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali dan hanya 17 persennya saja yang dari Bali,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Bali untuk memastikan Endek tetap memiliki ruang sebagai produk budaya sekaligus produk ekonomi masyarakat lokal.

Putri Koster juga mengajak generasi muda Bali tidak hanya menggunakan kain Endek, tetapi turut mengenal dan mempelajari proses pembuatannya. Menurutnya, regenerasi penenun menjadi kunci agar kemampuan memproduksi kain tenun tetap dimiliki masyarakat Bali.

“Suatu saat bila anak-anak Bali tidak bisa menenun lagi, tenun dan Endek Bali akan diambil oleh daerah lain. Namanya bukan lagi Endek Bali, mungkin saja Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya akan menjadi pemakai tanpa bisa menenunnya lagi,” katanya.

Selain regenerasi, ia mengingatkan masyarakat sebagai konsumen agar lebih cermat dalam memilih produk tenun. Harga murah, kata dia, tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan. Asal-usul, kualitas produk, serta dukungan terhadap perajin lokal juga perlu menjadi perhatian.

Dalam upaya memberikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan produk budaya Bali, Putri Koster mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Hukum Wilayah Bali.

Ia menegaskan terdapat ketentuan hukum yang memberikan perlindungan terhadap karya dan produk budaya, termasuk hak cipta, beserta sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan.

“Kedepannya kita akan mulai tegakkan sanksinya bagi para pelanggar,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekranasda Bali Fashion Day menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan penggunaan kain tradisional Bali. Kegiatan tersebut melibatkan peragawan dan peragawati dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, serta Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali.

Melalui kegiatan tersebut, penggunaan kain tradisional Bali diharapkan tidak berhenti pada aspek fesyen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kerajinan, memperkuat posisi perajin lokal, serta mendorong generasi muda untuk mengenal dan meneruskan keterampilan menenun sebagai bagian dari warisan budaya Bali.

Tuesday, September 22, 2026

Gubernur Bali Koster Paparkan Jurus Atasi Sampah, dari Rumah Tangga hingga Larangan Plastik

 



DENPASAR, gianyardaily.com Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah kebijakan dan program pengelolaan sampah di Bali saat diwawancarai Tim DPP PDI Perjuangan di Kediaman Resmi Gubernur Bali, Jayasabha, Selasa (22/9/2026).

Koster mengatakan kebijakan pengelolaan lingkungan yang dibangun selama memimpin Bali berangkat dari nilai kearifan lokal yang mengedepankan keharmonisan antara manusia dan alam.

Nilai tersebut dituangkan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala.

“Semuanya harus harmonis, alam beserta isinya. Ada manusia, tumbuhan, air, danau, laut, gunung, keanekaragaman hayati,” ujar Koster.

Menurutnya, visi tersebut kemudian diterjemahkan dalam konsep pembangunan yang ramah lingkungan agar pembangunan Bali tidak menimbulkan kerusakan alam.

Salah satu kebijakan yang dipaparkan Koster adalah Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Regulasi tersebut mengatur pembatasan penggunaan sejumlah produk plastik sekali pakai, termasuk kantong plastik, sedotan, dan styrofoam.

Koster mengatakan penerapan kebijakan tersebut sempat menghadapi tantangan karena berkaitan dengan mata rantai produksi.

Pembatasan plastik sekali pakai bahkan sempat mendapat reaksi dari produsen yang mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung. Koster menyebut pengajuan tersebut akhirnya ditolak sehingga regulasi tetap berlaku.

Menurut Koster, kebijakan tersebut juga mendorong berkembangnya industri bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Mulai dari tas berbahan kain hingga pipet berbahan kertas yang mudah terurai.

Perubahan juga terjadi pada industri dekorasi yang sebelumnya banyak menggunakan styrofoam.

“Sekarang sudah berubah total, mereka menggunakan bahan ramah lingkungan seperti janur. Selain ramah lingkungan, juga lebih estetik,” imbuhnya.

Penggunaan bahan alami juga diterapkan dalam pembuatan ogoh-ogoh saat Hari Raya Nyepi.

Sampah Bali Diminta Ditangani dari Rumah

Koster juga menyoroti Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Melalui kebijakan tersebut, pengelolaan sampah didorong dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga.

Koster menegaskan sampah perlu dipilah dan diolah sejak dari rumah sebelum masuk ke proses pengelolaan berikutnya.

“Basisnya di hulu yaitu rumah tangga, sampah harus dikelola dengan pemilahan dan pengolahan. Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dan sisanya secara berjenjang diserap di pengelolaan sampah berbasis desa,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan penanganan ketika sampah sudah berada di tempat pembuangan, tetapi dimulai sejak sampah dihasilkan.

Gubernur Bali Perketat Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster mengatakan program penanganan sampah kembali diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Salah satu poin yang disoroti adalah larangan produksi, distribusi, dan penjualan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai berukuran di bawah satu liter.

Koster mengatakan kebijakan tersebut dikeluarkan setelah melihat banyaknya kemasan air mineral ukuran kecil yang berserakan dan menjadi beban lingkungan.

“Larangan ini saya keluarkan setelah mencermati banyaknya kemasan air mineral di bawah satu liter yang berserakan dan menjadi beban lingkungan,” kata Koster.

Ia menyebut penerapan surat edaran tersebut telah berjalan dengan baik di lapangan.

Dorong Energi Bersih dan Kendaraan Listrik

Selain pengelolaan sampah, Gubernur Koster juga memaparkan kebijakan di bidang lingkungan lainnya.

Pemprov Bali mendorong pengembangan energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta penggunaan kendaraan listrik.

Koster menyebut Bali saat ini menempati posisi kedua setelah Jakarta dalam jumlah pengguna kendaraan listrik.

Berbagai kebijakan tersebut, menurut Koster, menjadi bagian dari arah pembangunan Bali yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan keharmonisan alam beserta kehidupan masyarakat.

Paparan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai Tim DPP PDI Perjuangan di Jayasabha, Denpasar, Selasa (22/9/2026).

Saturday, September 19, 2026

Gubernur Koster Hadiri Karya Agung Pamahayu Bumi di Pura Luhur Pucak Sari

 


BULELENG, gianyardaily.com Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri rangkaian Karya Agung Pamahayu Bumi, Wana Kerthi lan Danu Kerthi di Pura Luhur Pucak Sari, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (19/9/2026).

Kehadiran Gubernur Koster turut menyaksikan rangkaian upacara yang digelar di pura tersebut. Karya Agung Pamahayu Bumi, Wana Kerthi lan Danu Kerthi ini dirangkaikan dengan sejumlah upacara, meliputi Memungkah, Taur Walik Sumpah, Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Mapedudusan Agung, serta Menawa Ratna.

Ketua Panitia Karya, Wayan Wartawan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur Bali beserta para undangan yang turut menyaksikan rangkaian karya tersebut.

Ia berharap Gubernur Bali Wayan Koster dapat kembali hadir pada 21 September 2026. Pada tanggal tersebut akan dilaksanakan rangkaian upacara Danu Kerthi di Pura Luhur Pucak Sari.

Selain Gubernur Bali Wayan Koster, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda.

Karya Agung Pamahayu Bumi, Wana Kerthi lan Danu Kerthi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di

Ny. Putri Koster Dorong Kain Tenun Bali Tembus Industri Fesyen Dunia

 


GIANYAR,gianyardaily.com Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026).

Ny. Putri Koster berharap kegiatan yang mempertemukan kreativitas otomotif dan fesyen tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membuka ruang yang lebih luas bagi desainer dan pelaku industri kreatif Bali untuk berkembang.

Ia juga mendorong penguatan ekosistem fesyen Bali dengan mengangkat kekayaan kain tenun tradisional sebagai identitas sekaligus bagian dari industri mode.

“Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa,” ujar Ny. Putri Koster.

Menurutnya, cita-cita tersebut membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan dari seluruh pihak. Pengembangan fesyen Bali tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang terus menerus agar karya para desainer serta kain tradisional Bali semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ny. Putri Koster mencontohkan kiprah desainer Bali, Nyoman Adi melalui brand TAKSU, yang telah mendapatkan kesempatan tampil dalam agenda fesyen di luar negeri, termasuk Paris dan Jepang.

Pengalaman tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa kain tradisional Bali memiliki peluang untuk menembus pasar dan panggung fesyen internasional apabila dikembangkan secara kreatif dan didukung promosi yang berkelanjutan.

“Semoga dari acara ini akan bangkit desainer-desainer Bali lainnya,” harapnya.

Sementara itu, CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, mengatakan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum peluncuran First Lady, mobil mewah pertama yang didesain di Indonesia dan Bali.

Kendaraan tersebut mengusung konsep dan desain yang terinspirasi dari mobil klasik era 1930-an yang banyak dipengaruhi gaya Art Deco.

Peluncuran First Lady dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kreativitas di bidang otomotif dengan industri fesyen. Acara juga diisi dengan peragaan busana yang menampilkan karya para desainer menggunakan kain tenun Endek Bali dan kain berciri khas Bali lainnya.

Melalui dukungan terhadap kegiatan seperti Tuksedo Auto and Fashion Gala, Dekranasda Bali mendorong agar kreativitas berbasis budaya terus berkembang. Dengan demikian, kain tradisional Bali tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing dalam industri fesyen global.

Ketua DPRD Badung Ngupasaksi Karya Mamungkah di Pura Dalem Kahyangan Tuban

 



BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi pelaksanaan upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, dan Tawur Balik Sumpah Utama. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan DPRD Badung menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang digelar Desa Adat Tuban. Selain menjadi bagian dari rangkaian upacara, karya tersebut juga menjadi momentum bagi krama untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai keagamaan.

Anom Gumanti mengatakan, pelaksanaan karya di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban merupakan bagian dari upaya krama dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, serta tradisi Bali.

Menurutnya, pelaksanaan karya tidak hanya memiliki makna secara niskala, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini tentu memiliki makna yang sangat penting bagi krama. Selain sebagai bentuk bhakti dan yadnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujar Anom.

Ia berharap seluruh rangkaian karya hingga puncak pelaksanaan pada 26 September mendatang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi krama Desa Adat Tuban.

“Kami tentu berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, baik dari persiapan hingga puncak karya. Yang terpenting, kebersamaan dan gotong royong krama tetap dijaga,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Badung Dapil Kuta I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada.

Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, jajaran Majelis Desa Adat Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta, Lurah Tuban, Kapolsek Kuta, Koramil 1611-03/Kuta, Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati (Denkav 4/SP), Komandan Lanud Ngurah Rai, Polres Bandara, Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, BBMKG Wilayah III, serta jajaran PT Jasamarga Bali Tol.

Thursday, September 17, 2026

Diundang Siswa, Gubernur Koster Datang ke SMPN 13 Denpasar dan Traktir Nasi Jinggo

 


DENPASAR, gianyardaily.com Suasana SMPN 13 Denpasar di Padangsambian Kelod, Denpasar, mendadak lebih meriah pada Jumat (18/9/2026). Gubernur Bali Wayan Koster datang menyapa ratusan siswa dan guru sekaligus mentraktir mereka makan nasi jinggo.

Koster hadir didampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. Kunjungan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Koster bahkan ikut makan bersama para siswa di lingkungan sekolah.

Kehadiran Gubernur Bali disambut antusias. Sejumlah siswa dan guru terlihat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan meminta tanda tangan Koster.

Menariknya, kunjungan tersebut bukan bagian dari agenda resmi pemerintahan. Koster mengatakan dirinya datang karena sebelumnya sempat bertemu dengan sejumlah siswa SMPN 13 Denpasar yang kemudian mengundangnya berkunjung ke sekolah.

“Saya hadir bukan resmi, tapi diundang anak-anak,” ujar Koster.

Ia mengatakan kedatangannya sekaligus untuk menepati janji kepada para siswa.

“Anak-anak ingin saya mengunjungi SMPN 13. Jadi saya datang menepati janji,” katanya.

Titip Pesan untuk Siswa

Di hadapan para siswa, Koster mengapresiasi kondisi SMPN 13 Denpasar yang dinilainya memiliki fasilitas fisik yang baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menjalankan proses pembelajaran.

“Sekolah saya lihat sangat bagus. Bangunan fisik bagus. Terima kasih kepada guru-guru yang sudah mengajar dengan baik,” ucapnya.

Koster kemudian berpesan kepada para siswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus Bali.

“Anak-anak, terima kasih sudah belajar baik. Jadilah pemimpin yang baik untuk Bali, bahkan luar Bali. Saya harap belajar terus dengan baik,” pesannya.

Selain memberikan motivasi, Koster juga membuka ruang bagi pihak sekolah dan siswa untuk menyampaikan kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

“Kalau ada yang kurang, tolong sampaikan langsung. Melengkapi hal yang belum tuntas,” ujarnya.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut meminta pihak sekolah dan siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan sekolah secara langsung kepada Gubernur Bali.

“Silakan sampaikan saja unek-unek kepada Bapak Gubernur, apa yang kurang,” kata Jaya Negara.

SMPN 13 Denpasar Berdiri Sejak 2019

Kepala SMPN 13 Denpasar Ni Made Sukarini mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Gubernur Bali tidak sekadar menjadi kunjungan biasa, tetapi juga memberikan motivasi bagi seluruh warga sekolah.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Bapak. Tidak sekadar kunjungan, tetapi motivasi luar biasa,” ungkap Sukarini.

SMPN 13 Denpasar berdiri sejak 2019 dan memiliki 27 ruang dalam bangunan tiga lantai. Fasilitas fisik sekolah juga telah direvitalisasi pada tahun sebelumnya.

Sukarini berharap kunjungan tersebut semakin memotivasi warga sekolah untuk meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga, seni dan bidang lainnya.

“Semoga kunjungan Bapak bisa memotivasi lagi prestasi dan kemajuan kami, akademik maupun prestasi olahraga, seni, dan lain-lain,” katanya.

Kunjungan Gubernur Bali bersama Wali Kota Denpasar tersebut ditutup dengan suasana santai bersama para siswa dan guru. Sebelum meninggalkan sekolah, Koster menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar SMPN 13 Denpasar.

“Terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang hangat,” tutupnya.

DPRD Badung Dampingi Bupati Hadiri Karya Pedudusan Alit di Pura Dalem Sari Kedampal

 


BADUNG,gianyardaily.com Anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan Karya Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Banjar Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam pelaksanaan karya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi dan budaya Bali.

Dendy mengatakan keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan masyarakat diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kehadiran kami bersama pemerintah daerah dalam pelaksanaan karya ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Tentunya, adat, agama, tradisi dan budaya Bali harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Dendy.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut menandatangani prasasti sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan karya.

Bupati juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis kepada pengempon Pura Dalem Sari. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat.

Menurut Dendy, dukungan pemerintah diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan seluruh rangkaian karya sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat dan tradisi.

“Kami berharap pelaksanaan karya berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting, nilai-nilai adat dan tradisi yang ada tetap dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Pelaksanaan karya di Pura Dalem Sari melibatkan sejumlah unsur masyarakat dan perangkat wilayah. Turut hadir Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya.

Seluruh rangkaian upacara adat tersebut dijadwalkan berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang.

-->